Resep Dendeng Balado & Berbagai Jenis Dendeng

Resep Dendeng Balado

Resep Dendeng Balado

Salah satu masakan Padang yang jadi favorit semua orang adalah dendeng balado. Daging sapi yang renyah, gurih, dan pedas, dijamin membuat Anda mengambil piring nasi kedua. Simak resep Dendeng Balado berikut ini bila Anda berencana mencoba membuat dendeng balado.

Bahan:

500 gram daging
½ gelas minyak goreng

Bumbu:
4 buah bawang merah
5 buah cabe merah besar
1 sendok makan garam
1 sendok makan cuka
Asam

Cara membuat:
– Iris daging tipis-tipis searah seratnya
– Haluskan asam bersama dengan garam, lalu lumurkan pada daging.
– Jemur daging sampai kering
– Goreng dendeng dengan hati-hati
– Tumbuk kasar bahan-bahan untuk bumbu.
– Tumis bumbu halus sampai harum, lalu tambahkan cuka
– Masukkan dendeng ke dalam tumisan bumbu, lalu aduk rata
– Angkat dendeng dan sajikan

Sebenarnya bila Anda mengunjungi daerah Sumatera Barat, dendeng disajikan dengan berbagai variasi. Di antaranya adalah dendeng balado, dendeng batokok, dendeng lambok, dan dendeng baracik. Dendeng balado biasanya menggunakan cabe merah, sedangkan 3 jenis dendeng lainnya disajikan dengan bumbu cabe hijau yang beraroma berbeda dan tidak sepedas cabai merah.

Proses memasak dan penyajian dendeng balado sendiri bervariasi. Ada yang mengeringkan dendeng balado dengan cara dijemur dulu sebelum digoreng, sedangkan ada yang merebus daging dengan bumbu sebelum digoreng sampai garing. Malah ada juga yang langsung menggoreng daging sampai kering, tanpa melalui proses penggorengan atau perebusan dulu. Perbedaan inilah yang menyebabkan tingkat kerenyahan dendeng balado berbeda-beda.

Dendeng balado yang dibuat dengan bawang merah asli dari Sumatera Barat pun rasanya tidak akan sama dengan dendeng balado yang dibuat dengan bawang merah lain. Bawang merah dari Sumatera Barat ukurannya lebih besar dan rasanya sangat khas dengan rasa asam dan pedas yang seimbang. Bawang merah asal Minang inilah yang menjadi ciri khas dendeng balado.

Jenis dendeng lain yang populer adalah dendeng batokok. Dendeng ini mendapatkan namanya karena proses memasaknya yang mengharuskan pemasaknya untuk memukul-mukul daging dengan palu, alias ditokok. Dendeng batokok dibuat dengan merendam daging sapi mentah selama 2 jam dalam campuran bumbu halus bawang merah, bawang putih, daun jeruk nipis, kunyit, lengkuas, jahe, garam, serta asam jawa yang dilarutkan dalam air. Setelah direndam, daging diiris dengan ketebalan sekitar 1 cm, lalu ditokok agar seratnya pecah dan daging menjadi lebih tipis dan lebar. Proses penokokan atau pemukulan daging membantu bumbu meresap ke dalam serat daging. Daging ini lalu dibakar di atas bara arang tempurung kelapa, lalu dilumuri dengan minyak tanak setelah matang. Dendeng yang telah jadi ini kemudian disiram dengan bumbu lado mudo alias cabe hijau, bawang merah, perasan jeruk nipis, dan garam.

Setelah itu ada dendeng lambok, yang dalam bahasa Minang berarti dendeng yang lembab. Bumbu dendeng ini agak berkuah sehingga lebih mirip gulai. Lalu jenis dendeng yang terakhir adalah dendeng baracik, yang dibuat dari potongan tebal daging dada sapi yang disebut gajebo di Minang atau daging sandung lamur di Jawa. Daging tersebut lalu dilumuri bumbu ketumbar, lalu dijemur hingga layu walau tidak sampai kering. Proses pelayuan lalu diteruskan di dalam dapur.

Selanjutnya daging dipotong tipis dan digoreng dengan sedikit minyak tanak atau minyak kelapa. Dendeng yang telah matang lalu ditabur rajangan cabe hijau alias lado mudo, bawang merah, dan tomat. Dendeng kemudian diaduk dan dinikmati dengan nasi hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: